Pangkajene – Sebanyak tujuh petugas Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Pangkajene menerima kenaikan pangkat dalam upacara resmi yang digelar di Lapangan Rutan Pangkep, Kamis (2/4/2026). Upacara yang diikuti seluruh pejabat struktural dan jajaran petugas dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Pangkep, Irphan Dwi Sandjojo.
Kenaikan pangkat ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah atas dedikasi, kinerja yang memuaskan, serta komitmen tinggi para pegawai dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Irphan Dwi Sandjojo menegaskan bahwa kenaikan pangkat tidak hanya sekadar perubahan simbol atau status jabatan, namun juga merupakan peningkatan tanggung jawab yang harus diemban dengan lebih baik.
“Kenaikan pangkat ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi dan profesionalisme yang telah kalian tunjukkan selama ini. Jadikan momentum ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta mendukung program-program Pemasyarakatan yang lebih baik,” ucapnya.
Rangkaian upacara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI (dalam lingkup Direktorat Jenderal Imigrasi dan Pemasyarakatan) tentang kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil (PNS). Prosesi selanjutnya meliputi penanggalan tanda pangkat lama, penyematan tanda pangkat baru secara simbolis, serta penyerahan fisik SK kepada masing-masing petugas yang naik pangkat.
Adapun nama-nama tujuh petugas yang mengalami kenaikan pangkat dari golongan Pengatur Muda Tingkat I (II/b) menjadi Pengatur (II/c) adalah:
1. Awal Afrianto Ibrahim
2. Nurul Fitra Sari A. Noor
3. Marwan Rusdi
4. Muhammad Yazid
5. Awaluddin Ahmad
6. Kartini S
7. Muhammad Ikhsan
Acara ditutup dengan prosesi penyiraman air bunga oleh Kepala Rutan kepada para petugas yang naik pangkat, yang mencerminkan semangat baru, kesegaran, dan komitmen untuk meningkatkan kinerja serta integritas. Melalui momentum ini, pihak manajemen Rutan Pangkep berharap seluruh pegawai semakin termotivasi untuk menjaga profesionalisme dan berkontribusi aktif dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang lebih efektif dan bermanfaat bagi masyarakat. (*)

