
Gowa – Sejarah baru tercipta di tubuh Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan. Untuk pertama kalinya sejak era reformasi, partai berlambang matahari ini dipimpin oleh seorang perempuan sekaligus kepala daerah aktif, yakni Bupati Gowa, Husniah Talenrang.
Adik kandung Kabaharkam Polri Komjen Pol Muhammad Fadil Imran itu resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulsel periode 2025–2030, setelah meraih suara terbanyak dalam pemilihan formatur yang berlangsung dinamis dan kompetitif.
“Langkah ini bukan hanya bersejarah, tapi juga tepat dan strategis dalam menyiapkan kekuatan PAN menghadapi Pemilu 2029. Saya ucapkan selamat dan semoga amanah untuk Ibu Husniah,” ujar Syamsul Bachri kepada awak media, Selasa (13/5/2025).
Lebih dari Sekadar Simbol
Terpilihnya Husniah bukan semata soal keterwakilan gender. Pengamat politik Dr. Syamsul Bahri menilai keputusan ini mencerminkan komitmen PAN terhadap regenerasi dan peningkatan peran strategis perempuan dalam politik.
Ini sejalan dengan komitmen PAN terhadap kuota 30% perempuan dalam struktur kepengurusan. Tapi lebih dari itu, Husniah hadir dengan visi dan roadmap politik yang konkret.
“Husniah Talenrang memang dari awal sudah menegaskan dirinya tak ingin sekadar menjadi simbol. Ia sepertinya telah menyiapkan serangkaian langkah strategis untuk mengantar PAN Sulsel meraih kemenangan di semua level Pemilu 2029, dari legislatif hingga eksekutif, termasuk Pilpres,” ujar Dosen STAI DDI Makassar itu.
Duet Kepala Daerah, Energi Baru PAN Sulsel
Mendampingi Husniah, Bupati Maros Chaidir Syam ditunjuk sebagai Sekretaris DPW PAN Sulsel. Duet dua kepala daerah ini diyakini akan membawa semangat baru dan memperkuat kolaborasi dalam membangun kekuatan partai di daerah.
Tantangan yang mereka hadapi tidak ringan. Bagaimana memperkuat infrastruktur partai, memperluas basis konstituen, dan mengoptimalkan peran kader di DPRD kabupaten/kota maupun provinsi.
“Ini bukan sekadar soal pemenuhan kuota. Bupati Husniah saya yakini datang membawa visi, strategi, dan tekad untuk mengantar partai menang besar di Pemilu 2029. Dengan energi baru dan komposisi kepemimpinan yang inklusif. PAN Sulsel sedang menapaki babak baru dalam sejarah politik daerah. Ini bukan sekadar pergantian ketua, tapi lompatan besar menuju kemenangan,” tutup Dr. Syamsul.
Pemilihan Ketua DPW berlangsung kompetitif antara dua figur kuat: Husniah Talenrang dan Chaidir Syam. Dari empat formatur, Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi, Ketua DPW demisioner Ashabul Kahfi, serta dua kandidat, Husniah akhirnya terpilih sebagai nakhoda baru PAN Sulsel. (*)

