Selayar – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Selayar terus mendorong peningkatan keterampilan dan kemandirian warga binaan melalui berbagai program bimbingan. Salah satunya melalui pelatihan peracikan minuman kopi yang bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bantaeng Rabu, (2/9/2026).
Kegiatan pelatihan tersebut mulai dilaksanakan pada Senin (31/08) dan direncanakan berlangsung selama 16 hari. Pelatihan diikuti oleh warga binaan dengan materi yang mencakup pengetahuan dasar mengenai kopi, teknik peracikan, penggunaan peralatan, hingga praktik penyajian berbagai jenis minuman kopi.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk bimbingan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
Kasubsi Pelayanan Tahanan, Yusrati, menyampaikan bahwa pelatihan keterampilan bagi warga binaan merupakan bagian penting dalam proses pembimbingan dan perawatan di lingkungan Rutan Selayar.
“Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan. Selain menambah pengetahuan dan pengalaman, keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal untuk membuka peluang usaha maupun mendapatkan pekerjaan setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Rutan Selayar, Sofian Hadi Sasmita, mengapresiasi kolaborasi dengan BPVP Bantaeng dalam memberikan pelatihan vokasi kepada warga binaan.
“Pembinaan kemandirian merupakan salah satu komitmen Rutan Selayar dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan yang produktif. Kami berharap melalui pelatihan peracikan minuman kopi ini, warga binaan dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan nantinya mampu mengembangkan keterampilan tersebut secara mandiri,” ungkapnya.
Selama 16 hari pelaksanaan, peserta akan mendapatkan pembelajaran secara teori maupun praktik dengan pendampingan instruktur yang kompeten. Dengan adanya pelatihan ini, Rutan Selayar berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa perawatan dan bimbingan, tetapi juga memperoleh bekal keterampilan yang dapat mendukung proses reintegrasi sosial dan meningkatkan kemandirian setelah bebas. (*)
