Gowa – Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan diri sebagai debt collector. Kasus perampasan motor oleh debt collector palsu kembali terjadi, kali ini menimpa dua mahasiswi asal Takalar.
Nayla Putri (19 tahun) dan Risma (23 tahun) menjadi korban perampasan motor oleh debt collector abal-abal. Kedua mahasiswi ini mengalami kejadian di lokasi yang berbeda. Nayla kehilangan motornya di Jalan Masjid Raya Sungguminasa, Gowa, pada Sabtu (20/9/2025) sekitar pukul 12.00 WITA. Sementara Risma mengalami kejadian serupa pada Senin (8/9/2025) sekitar pukul 17.30 WITA di Jalan Usman Salengke, Sungguminasa.
“Saat itu saya dalam perjalanan pulang dari kampus menuju Takalar. Tiba-tiba, sebelum jembatan kembar Sungguminasa, muncul empat orang pelaku yang mencegat saya. Mereka mengaku dari perusahaan pembiayaan BAF dan langsung mengambil paksa motor saya,” ungkap Risma saat ditemui di Kopi Singgah, Jalan Poros Pallangga-Takalar, Minggu (21/9/2025).
Mahasiswi semester akhir FKIP UNM ini menambahkan, salah satu pelaku mengaku bernama Andi, namun setelah ditelusuri, nama tersebut diduga palsu dan nama aslinya berinisial Y.
“Saya diminta uang tebusan sebesar Rp1 juta. Karena saya tidak sanggup, mereka mengeluarkan surat pernyataan penyerahan dan memaksa saya untuk menandatanganinya. Saya menolak, namun motor saya tetap dibawa pergi,” jelasnya.
Motor Risma yang dirampas adalah Yamaha Gear dengan nomor polisi DD 5959 GZ. “Saya menduga mereka adalah debt collector abal-abal karena surat penyerahan yang mereka perlihatkan tidak memiliki kop surat perusahaan. Saya akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian,” tegas Risma.
Nayla juga mengalami kejadian serupa saat dicegat oleh tiga orang pelaku saat hendak menuju kampusnya. Motor Honda Genio warna hitam dengan nomor polisi DD 3303 NR miliknya dipepet dan dirampas paksa. Para pelaku mengaku berasal dari perusahaan pembiayaan FIF dan meminta uang tebusan sebesar Rp1,4 juta dengan modus yang sama, yaitu memberikan surat penyerahan untuk ditandatangani.
“Saya tidak sanggup membayar uang yang mereka minta, sehingga motor saya langsung dibawa kabur,” ujar Nayla.
Nayla menambahkan, ketiga pelaku sempat masuk ke kantor FIF sebelum akhirnya pergi meninggalkannya di lokasi kejadian. Ia menduga kuat bahwa pelaku yang merampas motornya adalah kelompok yang sama dengan yang merampas motor Risma.
“Apalagi, ciri-ciri salah satu pelaku yang mengaku bernama Andi, tapi berinisial Y, sama dengan ciri-ciri pelaku yang merampas motor Risma. Orangnya gemuk dan gempal,” jelas Nayla.
“Rencananya, besok pagi saya akan langsung melapor ke Polsek Somba Opu. Saya berharap pelaku dapat segera diusut dan ditangkap karena telah merugikan saya,” harap Nayla. (Fan)
